• ‘American Idol’ Recap: So Long Hollie!

    By Pat Driscoll • May 11, 2012 at 9:22 AM


    FOX
    .
    Well, that was predictable. Yes, America sent sweet, “PEH-FECT” Hollie Cavanagh home, a place to which she will go, but without all the fanfare of ‘American Idol’’s patented HOMETOWN VISIT! The hometown visit got a lot of fanfare tonight, making it particular hard on whoever went home, but Hollie soldiered through and sang “The Climb” for the fiftieth time while Joshua and Jessica cried and Phil did not. Evil Phil.
    .
    The show opened with what may have been the drowsiest performance of “California Dreamin’” ever sung. The group sort of slogged through it while each took turns on a solo and the remaining three lip sycnhed the harmonies. Yes, Hollie it’s called lip synching.

    Then there was the Ford commercial and once again Phil didn’t have to be there. If I’m everyone else, I’m going to be most angry when Phil gets a free car for winning while never having shown up to have to do one of those stupid commercials.
    .
    Jimmy seems to have thrown in the towel and accepted that Phillip is going to win, even though he may say otherwise. I say this because Jimmy praised Phil’s rendition of “Have You Ever Seen the Rain” and I don’t know if you noticed, but that performance was misery. Ryan began calling people out one by one and then having them go back to the couches. It was boring. He asked Phillip about how it feels to be in this position after “working so hard for so long,” which is funny because nobody else thinks he works hard at all. That’s the biggest knock against this guy. I’m surprised he even bothers to put shoes on.
    .
    Something, something, something David Cook.
    .
    J.Lo performed. It is something that I cannot unsee. How does anybody take her seriously as a judge after she does that. I mean, she just really stinks up the joint. And come on! We get it, alright. You have a young, cute boyfriend. Shut it!
    .
    Tommy Motolla told Jimmy he was going to go to Jessica’s first concert. Jimmy didn’t elaborate, but I’m sure it’s less about hearing her sing and more about making her his child bride.
    .
    At one point, Joshua claimed to think Jennifer speaking in Spanish was sexy. For some reason, I just don’t think he thinks that. It makes me sad.
    .
    Steven’s overuse of the phrase “over the top” when judging is made worse by the fact that he clearly doesn’t understand that “over the top” is usually a negative.
    .
    And then Hollie left us. She knew she was going the second Jessica was sent to safety. You could sort of see the wind leave her sails. Well, she did better than anyone expected, so congratulations Hollie and always remember nobody’s peh-fect.

    Post a comment...
    • Lyneme Cerna

       jessica sanchez would be the next american idol.

      1 year ago
      • most definitely!she has what it takes!

        1 year ago
    • Jasmina Demayo lewis

       GOOD THAT HOLLIE IS ALREADY NOT IN AMERICAN IDOL ITS BETTER...BECAUSE  JESSICA WILL WIN THIS SHOWWW... NOT JOSHUA

      1 year ago
    • Tight Wins

       berbagi cerita unduhan...

      Di sebuah padepokan silat, terlihat banyak pendekar berlatih serius. Seorang guru memperhatikan seorang murid berlatih serius. Jurus yang dilatih si murid semakin sempurna. Namun Si guru siat menyayangkan, si murid ini tidak bisa mengontrol emosinya. Si murid pemarah sering membuat celaka murid-murid lainnya. Pernah dalam sebuah latihan pertarungan, seorang murid lain mengalami luka serius karena ulah si murid pemarah ini. Dia siat labil emosinya. Sedikit saja terpancing emosi, dia bertindak tidak terkendali. Alhasil, semua muridnya menjadi menjauh dari murid pemarah itu.

      ” Hei, muridku, kemari! Perintah si guru pada murid pemarah itu. Si murid pemarah datang menghadap dengan cepat dan duduk bersila di hadapan gurunya.

      ”Mau kuajarkan jurus melempar pisau ? Murid lainnya belum dapat. Hanya kau yang mau kuajarkan.”

      ”Tentu saja guru, aku merasa bangga dan terhormat.” Si murid pemarah tersenyum.

      ”Tapi ada syaratnya, kau mau memenuhinya?”
      Si murid pemarah mengangguk.

      ” Setelah kuajarkan cara melempar pisau yang jitu, kau harus melakukan syarat ini setiap sore. Begini…saat kau marah, lemparkan satu kali pisau ke pohon mangga itu. Lalu kau cabut lagi pisau dari pohon mangga itu. Ingat, setiap lemparan tidak boleh mengenai sasaran yang sama. Bila kau tak dapat menancapkan pisau karena kemarahanmu dan di sasaran yang berbeda, maka aku takkan mengajarimu jurus lagi”

      ”Berapa kali aku harus melemparnya guru?” Tanya Si murid pemarah.

      ”Ya…setiap kali kau marah. Makin sering kau marah, makin banyak kau harus menancapkan pisau di batang pohon itu. Paham?”

      ”Paham guru.” Si murid mengangguk tanda paham dan setuju.

      Hari pertama si murid telah menancapkan pisau sebanyak 20 kali. Hari kedua mulai berkurang menjadi 15 tancapan. Demikianlah jumlah lemparan pisau si murid pemarah makin hari makin berkurang, namun disisi lain jumlah lubang tancapan di pohon makin banyak. Si murid pemarah semakin sulit mencari sasaran. Maka agar ia masih dapat pelajaran jurus dari gurunya, dia mengurangi marahnya.

      Sebulan berlalu, si murid tak lagi melempar pisau tiap sore. Dia senang karena tidak harus bersusah payah melempar pisau karena sasaran yang dituju semakin tinggi tingkat kesulitannya.

      ”Hei muridku, ikutlah denganku.” Si guru mengajak si murid pemarah ke arah pohon mangga.

      ”Apa yang kau lihat dari pohon mangga ini, muridku?”

      Si murid pemarah heran. Luka bekas tancapan pisau di pohon mangga ini tidak terlihat lagi Padaha dua pekan lalu dia masih menancapkan pisau di batang pohon ini setiap sore.

      ”Luka bekas tancapan pisauku hilang guru, seperti tak ada luka apa pun di batan pohon ini.Dan lihat guru, buah mangganya tambah lebat” Si murid menjelaskan penglihatannya.

      ”Luka akibat tancapan pisaumu awalnya menimbulkan luka di batang pohon mangga ini. Pohon mangga menerimanya dengan lapang. Dia tidak membalas kemarahanmu dengan melawan dan mengeluh. Dia mengubah sakit yang diterimanya dengan menyembuhkan luka dan menghasilkan buah yang banyak. Kalau ia mencoba membalas dan melawan luka-luka itu, ia akan terganggu pertumbuhannya.” Si guru menjelaskan lebih lanjut.

      ”Begitu juga saat kau marah, muridku, emosimu terbakar, detak jantungmu tak teratur, pikiranmu kalut dan tubuhmu akan terganggu. Kau akan mengalami situasi yang tak menyenangkan, tidak normal dan ini sungguh menyiksa dirimu. Semakin kau lawan emosimu, makin keras tubuhmu bereaksi negatif sehingga sering kau merasakan sakit pada tubuhmu. Sebaliknya, saat kau memaafkan, jiwamu akan tenang, pikiranmu akan jernih dan tubuhmu akan semakin sehat. Orang yang kuat itu bukanlah yang selalu menang dalam bertarung, tapi yang mampu mengendalikan amarahnya”

      ”Benar guru, maafkan aku guru. Aku sekarang paham bahwa memaafkan bukanlah kekalahan justru sebaliknya ia adalah kemenangan. Aku akan belajar memaafkan dan berlapang dada mulai sekarang. Inilah ilmu yang paling kubutuhkan sebagai pendekar, guru”

      Si guru tersenyum. Muridnya tidak lagi menjadi pemarah. Dia telah behasil menyempurnakan ilmu raga dengan ilmu jiwa

      1 year ago
    • Berri

       Personally, I think Joshua should have gone a long time ago. Why do the judges keep pushing him? Yes, he can sing, when he's not "screeching". He does it all the time and they give him standing ovations? I don't get it. They compared him to Fantasia and I hated the way she sang! I do think he has a good voice when he's not over doing it, but he does that all the time. Philip would be my pick too. He's the most unique, most consistent and everything he sings, he makes his own.

      1 year ago
    • Armand Van Tonder

      personally, I think that Philip should win. so far he IS the greatest player in the game. but its still unfortunate that Holly had to leave the show.. Im going to miss her.. then again I guess we all are. 

      1 year ago

Latest Headlines

More

Login

Forgot password?

Need an account? Sign up